Fakta Tentang Permainan Kelereng


Fakta Tentang Permainan Kelereng


Dari berbagai sumber sejarah, permainan kelereng sendiri pertama kali populer di Eropa, Amerika, kemudian pada abad ke-16 sampai 19 di Asia. Permainan kelereng pertama kali dimainkan sejak tahun 3000 sebelum masehi (SM), masa Peradaban Mesir Kuno. Mulanya, di Mesir kelereng  terbuat dari batu atau tanah liat.

Sementara, kelereng yang terbuat dari kaca seperti yang sering dimainkan saat ini, dibuat di Jerman dengan beragam warna menyerupai permen. Pengembangan ini terjadi pada pertengahan abad ke-19, tepatnya di tahun 1864.

Hingga saat ini, kelereng tertua di dunia yang masih nyata keberadaannya berada di The British Museum, London, Inggris. Kelereng tersebut berasal dari Pulau Kreta, dari tahun 1700-2000 SM.

Ditengah gempuran permainan modern, ternyata di berbagai daerah kelereng masih tetap dimainkan. Namun, di berbagai daerah sudah mengalami perkembangan. Sebut saja di Sumenep, Madura. Kelereng yang berbentuk kecil di adu kencang menuju finis, mirip karapan sapi. Bedanya, lintasan balap klereng terbuat dari papan kayu berbentuk vertikal, dengan sudut kemiringan tertentu. Pada moment tertentu, balap kelereng juga dilombakan.

Tidak banyak yang tau, permainan kelereng ternyata memiliki banyak manfaat bagi pertumbuhan anak. Mulai dari melatih motorik, kesabaran, kecermatan, kejujuran, karakter kompetitif, mengasah otak, mengatur emosi, hingga pengembangan keterampilan sosial.
Permainan ketiga yakni bernama gundu. Hanya anak-anak yang lahir pada zaman dahulu yang pernah dan mengenal permainan ini. Gundu meupakan kelereng yang bentuknya seperti kaca bening dan biasanya yang memainkan ini adalah anak laki-laki. Untuk memainkan permainan ini cukup mudah karena hanya menyentil kelereng yang kita punya dan harus mengenai kelereng lawan.

Jika ada beberapa gundu yang kena dengan gundu kita, maka gundu lawan akan menjadi milik kita. Permainan ini bisa dilakukan oleh dua orang sampai tujuh orang. Saat ini sudah jarang yang memainkan permainan gundu karena sudah jarang juga yang membuat gundu, sehingga jarang sekali kita bisa menemukan penjual gundu. Tour Murah

Komentar